Salah satu hal yang paling didambakan orang dalam hidup ini adalah tubuh  yang  sehat  secara jasmani maupun rohani. Karena dengan tubuh yang sehat apapun yang kita lakukan akan terasa nikmat. Banyak orang baru merasakan nikmatnya sehat ketika mengalami sakit. Di lingkungan ibu saya tinggal, banyak sekali orang-orang sepuh (lanjut usia) yang masih sehat termasuk ibu saya. Hal Ini juga yang sering menjadi bahan  pertanyaan ketika sanak saudara bertemu dengan beliau. Apa sih resepnya kok sampai usia lanjut emak masih sehat bugar dan bisa beraktivitas?
Emak saya ini adalah seorang ibu yang telah melahirkan 10 anak, dan juga mengasuh 4 anak angkat. Membesarkan 14 anak tanpa dibantu oleh seorang pengasuh, semua kegiatan rumah tangga termasuk mengasuh anak dilakukan sendiri. Namun  alhamdulillah di usia yang hampir satu abad, kurang lebih 97 tahun, beliau masih segar bugar dan dapat melakukan aktivitas tanpa kendala apapun. Beliau tidak punya penyakit yang serius, semua indera masih berfungsi baik  kalaupun sakit biasanya karena kecapaian saja. Ternyata rahasianya adalah:
1.      Mengingat hal-hal  yang menyenangkan hati.
Membuang  hal-hal buruk yang tidak menyenangkan hati apapun itu, misalnya:  penyakit hati (iri, dengki, takabur dan dendam). Selalu berprasangka baik terhadap apapun yang emak hadapi. Sehingga hati menjadi damai, energi positif akan selalu mak rasakan.
2.      Obah (bergeraklah) artinya jangan bermalas-malasan.
Semua kegiatan dalam rumah tangga menuntut emak untuk  banyak bergerak. Tanpa harus mengkhususkan waktu untuk berolahraga pun sebetulnya kegiatan mengurus keluarga itu sudah banyak menyalurkan energi. Apabila pergi ke tempat-tempat yang dekat biasakanlah berjalan kaki.
3.      Tidak banyak gaya  atau tidak terlalu berambisi.
Hidup ini selalu berubah  ikuti alurnya dengan sikap lurus dan bersahaja. Tidak perlu sikut sana sikut sini untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi mulia tidak perlu membuat orang lain celaka. Prinsip hidupnya maju bersama akan lebih bahagia.
4.      Makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.
Ini adalah filosofi para orang tua dahulu  bahwa hidup itu jangan berlebihan yang bersahaja saja, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sebaiknya makan jangan menunggu lapar karena akan menyebabkan nafsu makan emak berlebihan. Berhenti makan sebelum kenyang agar perut tidak terasa begah, masih ada sisa ruangan untuk udara didalam perut, makan makanan yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Sarapan pagi hanya umbi-umbian  yang di rebus, dan minum  teh manis cukup satu kali dalam satu hari. Pola makan sederhana itu ternyata menyehatkan.  Terbukti dengan emak saya ini, padahal beliau tidak tahu tentang apa itu ilmu gizi atau pola hidup yang sehat itu seperti apa, karena ibu saya bukan orang yang berpendidikan formal bahkan tidak pernah sekolah. Beliau hanya mengenal angka dan senang menghapal atau  mengingat saja. Sehingga cucu, cicit yang hampir seratus orang pun hapal namanya.
5.      Memilih bahan makanan yang alami.
Karena emak ini orang desa maka menurut beliau, makanan yang sehat adalah yang berasal dari alam. Hampir semua sayuran ditanam sendiri di sekitar rumah. Pupuknya juga alami dari pupuk kandang atau air bilasan beras. Untuk jenis sayuran yang berbuah agar buahnya banyak biasanya disiram dengan rendaman kulit bawang. Misal: terong, cabe, paria, kacang-kacangan, dan sebagainya. Kemudian untuk pengganti pestisida membuat ramuan sendiri yaitu dare jahe yang ditumbuk kemudian diambil airnya lalu untuk disemprotkan pada tanaman yang terkena hama.
6.      Cara memasak makanan.
Dalam memasak makanan hampir tidak pernah di tumis menggunakan minyak, agar rasanya tetap sedap semua jenis bumbu sebelum digunakan disangrai terlebih dahulu. Menggoreng telur cukup disangan dengan diberi alas daun pisang, dan dalam mengolah ayam menjadi masakan terlebih dulu dipanggang  agar lemaknya berkurang.

Itulah beberapa hal sederhana yang mungkin bermanfaat bagi generasi sekarang yang sering mengutamakan pola hidup praktis, tanpa menghiraukan dampak jangka panjangnya termasuk dalam memilih makanan .
Selamat mencoba!

Endaryati
Ibu Rumah Tangga




View Post

Manusia terlahir di dunia ini adalah sebaik-baik ciptaan. Apapun itu cantik,  jelek, hitam, putih, ganteng semuanya adalah yang terbaik. Kewajiban kita adalah menerima dan memelihara segala amanah yang diberikan oleh Allah dengan Ikhlas.

Ini tentang pengalaman saya sebagai orang tua yang diberi anugerah luar biasa yaitu diberi seorang anak istimewa. Begitulah saya menyebutnya, karena dia sangat istimewa di hati. Tetapi khalayak menyebut anak berkebutuhan khusus. Apapun sebutanya mereka adalah manusia-manusia luar biasa yg hadir diantara kita. Mereka (anak-anak hebat) ini punya hak yang sama seperti halnya anak  normal yang lainya. Tidak ada alasan apapun untuk kemudian membedakanya. Mereka punya hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, baik fisik maupun psikisnya. Saya tidak memahami teori tentang bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus, tetapi hanya berdasarkan pengalaman sebagai orang tuanya.

Kendala terbesar pada tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus adalah, rasa percaya dirinya yang rendah. Hal ini disebabkan, karena mereka merasa berbeda dari teman-teman yang lainya. Untuk itulah perlu kiat atau cara. Bagaimanakah sih cara mengembangkan rasa percaya diri tersebut?

Satu, penerimaan yang tulus dari kedua orang tua dan keluarga terdekat.
Ini merupakan hal yang paling dibutuhkan atas kehadiran anak tersebut. Orang tua dan keluarga  harus menyadari bahwa ini adalah takdir yang harus diterima dengan ikhlas. Kehadiranya diterima dengan sepenuh hati seperti anak-anak yang lainya.

Rasa ini tidak serta merta hadir di dalam hati tetapi tetap harus diusahakan. Rasa kasihan, sedih, dan kecewa bahkan marah bercampur aduk jadi satu. Kasihan melihat anak ini nantinya akan menjadi bahan olokan teman-temanya. Sedih dan kecewa diberi beban hidup seperti ini. Marah karena merasa Allah tidak adil kepada anaknya, kenapa harus dirinya yang mengalami, kenapa bukan orang lain saja, dan sebagainya.

Bahkan orang tua menyalahkan dirinya sendiri. Seolah-olah merasa paling sengsara di dunia ini. Hal ini sangat wajar karena di dalam hatinya belum hadir rasa ikhlas. Untuk itulah orang tua harus terus berusaha agar bisa menerima kehadiran anak ini. Sehingga anak tidak merasa menjadi beban orang tuanya, yang pada akhirnya bisa membantu anak untuk lebih percaya diri.

Dua, memperlakukan anak berkebutuhan khusus dengan wajar.
Tidak usah berlebihan atau kelihatan terlalu mengkhawatirkan. Karena hal ini akan membuat anak menjadi manja, yang pada akhirnya tidak mandiri dan hilang rasa percaya dirinya.
Anak yang tidak percaya diri akan sulit bersosialisasi dan tidak bisa mengaktualisasikan dirinya dengan optimal. Maka sebagai orang tua tak perlu mencemaskan atau mengkhawitirkan secara berlebihan supaya rasa percaya dirinya kuat.

Tiga, sabar dalam mendidik.
Dalam hal sabar ini harus lebih extra. Selalu berdoa mohon dikuatkan dan dimudahkan dalam membimbing anak . Tentu saja, untuk mendampingi anak-anak ini memerlukan cara-cara yang khusus sesuai dengan kekhususan dan keistimewaanya.

Percayalah anak- anak istimewa lahir dari orang tua yang istimewa. Emak harus yakin bahwa setiap anak mempunyai kelebihan masing-masing. Insya allah bersama kesulitan selalu ada kemudahan.
Selamat berjuang Mak! Semoga Allah selalu menuntun Emak.

Endaryati
Ibu Rumah tangga.
View Post


Sebagai orang tua yang anaknya sudah menjelang dewasa, mungkin Emak juga sedang bingung menghadapi permasalahan seputar jodoh untuk sang buah hati. Akhir-akhir ini, anak saya sering mendapat pertanyaan dari teman-teman dan saudaranya. Mereka menanyakan mengapa dia belum punya pasangan, kapan mau menikah, dan sebagainya. Dia merasa risih dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Anak saya masih merasa nyaman dengan kesendirianya. Dia belum ingin memikirkan soal pernikahan. Apalagi, tugas-tugas kuliahnya sangat menyita waktu.

Alhamdulillah hubungan saya dengan anak seperti sahabat, sehingga permasalahan apapun yang dia hadapi selalu diceritakan. Nah, sebagai orang tua,  saya harus memberikan saran- saran supaya hal ini tidak sampai mengganggu perasaanya. Bagaimana sih cara supaya kita tetap bahagia walaupun masih sendiri?

Satu, yakini bahwa jodoh itu rahasia Allah.
Sebesar apapun Emak mengerahkan kekuatan, tidak ada yang bisa terjadi jika Allah belum berkehendak. Jodoh adalah termasuk rezeki yang ditakdirkan Allah. Teruslah sibuk memperbaiki diri. Jikalau Emak terus menerus lakukan itu, Insya Allah jodoh Emak  juga sedang melakukan hal yang sama.

Dua, teruslah belajar.
Jangan hiraukan omongan orang, "Buat apa pendidikan tinggi?  nanti laki-laki akan minder." Ingat, tujuan kita belajar adalah bukan untuk menang atau mengalahkan siapa, tetapi untuk menambah wawasan. Sehingga ketika tiba saatnya menjadi seorang ibu, semua akan terasa lebih siap. Selain bermanfaat untuk pengembangan diri, belajar juga sarana untuk bersosialisasi.

Tiga, menekuni hobi.
Kembangkan hobi yang dimiliki, siapa tau bisa menghasilkan secara ekonomis. Misalnya: menulis, memasak, mengajari anak-anak bhs Inggris, mengaji, dan sebagainya. Banyak orang sukses berawal dari menekuni hobi. Cari komunitas atau teman yang positif.
Dengan adanya komunitas, potensi diri akan lebih terasah dan berkembang. Semangat bertemu teman dalam satu komunitas ini akan membuat hidup lebih bermakna.

Empat, sadari bahwa hidup ini bukan hanya untuk menikah.
Banyak hal yang bisa dilakukan agar hidup ini lebih berarti, misalnya: aktif di kegiatan sosial seperti mengurus anak yatim, anak jalanan, menjadi relawan, dan sebagainya. Perbanyak sahabat sehingga ada teman berbagi. Jalin silaturahmi dan jangan menutup diri. Siapa tau ternyata jodoh kita teman sendiri atau tetangga dekat, hem betul tidak, Mak?

Lima, tetaplah berusaha dan berdoa.
Berusahalah dengan cara yang baik dan bermartabat. Misalnya melalui saudara, teman atau bahkan biro jodoh asal jalurnya yang benar. Teruslah berdoa karena hanya doalah yang bisa menghilangkan kesulitan. Yakinlah setiap orang pasti berjodoh. Jadi tak perlu risau jika kebetulan masih sendiri. Jika ada yang bertanya kapan menikah, jawab saja, “Doakan saya, ya!” Semakin banyak yang mendoakan mungkin akan lebih cepat terkabul. Ingat nasehat lama, "Aminkan setiap doa yang baik, karena kita tidak tahu dari mulut siapa doa itu dikabulkan.

Heemm ... bagaimana Emak? Selamat mencoba!
Marilah selalu berprasangka baik terhadap semua ketentuan Allah atas diri kita, agar hati menjadi tenang.




Endaryati
Ibu Rumah Tangga.
View Post

Sampai sekarang saya masih terkenang dengan peristiwa ini. Satu momen yang akhirnya menggiring saya untuk mengubah pola pikir. Sungguh suatu peristiwa yang besar dalam sejarah hidup saya.

Ini adalah tentang kelahiran putri saya yang ke tiga. Proses kehamilanku ini terasa normal dan biasa saja seperti kehamilan sebelumnya. Bahkan kondisi tubuh dan janin terasa lebih sehat tidak mengalami keluhan dan kendala apapun, hanya memang saya tidak melakukan USG.

Pagi itu Hari Perkiraan Lahir (HPL) menurut perkiraan dokter. Suami saya sengaja tidak berangkat kerja seperti biasanya. Dia pikir siapa tau hari itu memang memang saat kelahiran, sehingga suami bisa menemani, walaupun belum ada tanda-tanda kelahiran. Dan alhamdulillah, tanpa rasa mules atau sakit yang lama saya melahirkan dirumah hanya dengan suami, karena keburu lahir sebelum bidan datang.

Allahu Akbar, Maha Besar Allah dengan segala ciptaanya. Entah apa yang kami rasakan saat itu, sedih, gembira, atau bersyukur ketika menghadapi kenyataan ini. Putri kami lahir dengan kondisi yang sangat istimewa. Iya putri kami lahir dengan kondisi yang tidak sempurna menurut kacamata manusia.

 Yang saya ingat saat itu suami duduk di sudut kamar nampak ada bulir bening di sudut matanya. Itu adalah tangisan pertama yang  saya lihat sejak kami menikah. Beliau terus berdoa dan tampak sekali mencemaskan kondisi saya saat itu. Seketika itu saya sadar, "Saya harus kuat dan sabar dalam menerima takdir ini." Kemudian suami mendekat dan memeluk seraya mengatakan, "Kita diberi amanah oleh Allah yang luar biasa." Sebagai manusia biasa seketika itu saya menangis sedih, tetapi suami dan keluarga terus menyemangati, sehingga mampu membuat kondisi saya  tidak larut dalam kesedihan.

Atas kesepakatan keluarga, pada hari kedua putri kami dibawa ke RS besar untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Saya berusaha tegar mendampingi putriku walaupun kondisi saya sendiri sebetulnya harus istirahat karena baru sehari melahirkan. Tapi semangatku mengalahkan semuanya, walaupun dokter dan keluarga mengkhawatirkanku.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan panjang dari pihak RS, hasil sementara menunjukkan bahwa, " putriku mengalami kelainan bawaan, kemungkinan terburuknya adalah pendengaranya tidak sempurna dan ini akan berdampak pada kemampuan verbalnya.

Bumi rasanya berputar mendengar hasil ini, tubuhku lemas tak berdaya. Sekuat apapun diriku terasa sangat berat. Shock, antara sadar dan tidak saya dengar, tangisan putriku melengking.
Ya Allah ya Robbi aku tersadar kupeluk putriku yang masih merah tanpa dosa ini, rupanya dia lapar sejak beberapa saat belum minum ASI.

Jujur sebagai manusia biasa dan seorang ibu, pedih menerima kenyataan ini. Namun sebagai orang yang beriman harus punya keyakinan yang kuat tentang sebuah takdir, bahwa apapun yang terjadi didunia ini tidak terjadi secara kebetulan, semua sudah dalam scenarioNYA. Hanya doa dan usaha yang mampu merubah takdir, dan saya yakin, "bersama kesulitan selalu ada kemudahan." Tidak mudah memang untuk menghadapinya, tetapi bukan berarti tidak bisa.

Dari takdir ini saya mendapatkan pelajaran, apa itu artinya IKHLAS. Seiring berjalanya waktu pada tahun ke tiga usia putriku, ikhlas itu baru betul-betul saya rasakan. Yaitu menerima tanpa syarat apapun. Sudah tak ada rasa sedih, kecewa apalagi marah. Subhanallah Allah telah menarik keluar rasa itu dari hatiku, lega rasanya. Bersamaan dengan itu putriku mulai bisa berbicara, yang menurut perkiraan medis tidak bisa berbicara. Dan kata pertama yang keluar adalah memanggil IBU. Teringat pesan alqur'an "Lalu nikmat Tuhan mana lagi yang akan kamu dustakan”

Sungguh saya di sadarkan betul dengan hal-hal yang mengiringi takdir ini, yang pada akhirnya seperti memberi energi baru untuk selalu menghantarkan dan mendampinginya menjadi manusia mandiri dan insha Allah shalihah. Kini putriku sudah berusia 17 tahun dan dialah guru besar kehidupanku. Sungguh indah berdamai dengan takdir asal kita jalani dengan senyum dan syukur.


Endaryati
Ibu Rumah Tangga
View Post
Naluri orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Begitupun sebagai Emak. Tanggung jawab yang dipikul tidaklah ringan. Di antaranya adalah bagaimana supaya tumbuh kembang buah hatinya bisa optimal dari segi fisik maupun psikisnya.
Berbagai upaya dilakukan, misalnya: memberi makanan yang halal dan thoyib, memilih sekolah yang baik, teman-teman yang baik, dan sebagainya. Tetapi hendaknya Emak jangan sampai lupa, satu hal yang juga sangat penting adalah melatih anak untuk cinta ibadah. Melatih anak untuk cinta ibadah tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan ketelatenan  Emak,  juga memerlukan pengajaran yang benar dan pembiasaan sejak dini.
Anak-anak memerlukan contoh yang kongkrit dari keluarga terutama orang tua dan lingkunganya. Emak dan seluruh anggota keluarga harus bersinergi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan, setiap kali melakukan aktifitas ibadah. Hal ini menuntut kemampuan Emak untuk kreatif mencari cara agar anak-anak cinta ibadah.
Salah satu ibadah yang setiap hari kita lakukan adalah sholat.Hal ini  sangat penting diajarkan  sejak dini, karena sholat merupakan tiang agama. Bukan begitu Emak? Sepakat ya!
Berdasarkan pengalaman saya, membiasakan sholat yang paling sulit adalah  pada waktu subuh. Mungkin karena udaranya  dingin dan masih enak untuk tidur. Apakah Emak juga merasakan hal yang sama?


 Berikut ini adalah tips atau cara membangunkan anak untuk sholat subuh:
1.    Membiasakan kegiatan sholat subuh berjamaah sejak kecil. Mengajari anak untuk cinta ibadah terutama sholat subuh ini tidaklah mudah.  Harus dilakukan secara bertahap. Sebetulnya  sebagian besar anak mempunyai kebiasaan yang hampir sama yaitu bangun sebelum subuh. Biasakanlah perilaku ini menetap sampai dewasa.

2.     Buatlah suasana rumah “Hidup” sejak subuh, nyalakan lampu seluruh ruangan sehingga tampak terang benderang. Buka seluruh jendela dan pintu, biarkan udara pagi yang segar masuk ke dalam rumah, sehingga anak merasakan suasana yang berbeda.
3.      Perdengarkan murottal Alqur’an atau putarkan nasyid kesayanganya. Ayat Alqur’an dan syair-syair nasyid yang menyentuh akan membuat hati anak tergugah dan perlahan-lahan membuka matanya.
4.      Emak harus bangun lebih awal, karena jika tidak akan berpengaruh terhadap suasana hati bahkan akan menimbulkan kepanikan. Hal ini menyebabkan jadwal yang sudah diatur akan berantakan. Emak harus mandi atau sikat gigi sebelum membangunkan, agar anak mencium wangi segar saat bangun tidur.
5.      Ceritakanlah kepada anak kisah-kisah inspiratif tentang keutamakan sholat subuh. Sehingga anak termotivasi untuk melakukan hal yang sama. Jangan lupa gunakan kalimat yang positif, misalnya “Kalau mau disayang Allah, ayo bangun lalu sholat subuh”.
6.      Berbagi tugas dengan suami, siapa yang harus membangunkan anak-anak (adik, kakak, dsb). Siapkan minuman hangat kesukaan anak-anak. Hal ini untuk merangsang tubuhnya, agar ada energi baru. Buatlah kesepakatan dengan anak sebelum tidur, tentang cara yang diinginkan saat bangun, dan jam berapa harus bangun.
Jangan lupa beri penghargaan kepada anak, untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab. Jangan khawatir anak menjadi “Matre”, asal Emak tau waktu dan cara yang tepat. Hadiah tidak harus berupa benda, tetapi bisa dalam bentuk ucapan atau tulisan. Misalnya “Terima kasih telah menjadi anak mama yang sholeh, mama tau bangun subuh itu memang berat kamu hebat, semoga Allah menyayangimu”.
Itulah cara, agar anak bangun sholat subuh. Selamat mencoba!

Endaryati

Ibu Rumah Tangga.
View Post

6 CARA MENGHEMAT UANG

1. Pilih Makanan Segar
      Beli kebutuhan (makan, minum, dan kebutuhan rumah tangga) sehari-hari di toko yang menawarkan harga bersaing. makan diluar dapat tetap anda lakukan untuk mengurangi kebosanan, asalkan dalam frekwensi yang tidak terlalu sering. beli pula makanan segar karena akan lebih murah dibanding makanan yang telah diawetkan.
     bila anda mau dan sempat, siapkan bekal  makan siang anda , suami, dan anak-anak setiap pagi. biayanya akan jauh lebih murah ketimbangmembeli dari kantin kantor atau sekolah.
Hidangkan pula kue-kue buatan sendiri (ketimbangmembeli kue kalengan) sebagai makanan selingan keluarga.
2. Teliti Membeli Pakaian
      Belilah pakaian bila anda, suami atau anak memang benar-benar membutuhkannya. Pilihlah jenis bahan yang mudah perawatanya sehingga tidak perlu dicuci secara khusus di binatu.  Sempatkan diri untuk membeli pakaian pada saat obral. Bila teliti biasanya bisa anda dapatkan yang baik. Membeli baju anak-anak  dengan ukuran lebih besar satu atau dua nomor dapat pula Anda lakukan. anak pasti akan membutuhkanya nanti.
3. Hemat Listrik
     Slogan hemat energi, hemat biaya, pasti sering Anda dengar . Akan lebih baik lagi bila Anda praktekkan. Matikan lampu bila ruangan tidak dipergunakan, kurangi pula penggunaan lampu yang tidak diperlukan.
4. Jadilah Anggota Perpustakaan
     Bila Anda dan suami gemar membaca, daftarkan diri Anda  menjadi anggota 2-3 perpustakaan. Dengan begitu Anda bisa menghemat biaya pengeluaran untuk membeli buku. Ajak pula anak-anak menjadi anggota perpustakaan, disamping menghemat pembelian buku, Andapun telah mengembangkan kebiasaan membaca pada anak.
5. Kuasai satu ketrampilan
     Memiliki suatu ketrampilan, apakah itu menjahit atau memotong rambut, akan bermanfaat dan dapat menghemat beberapa pos pengeluaran.
6. Menabunglah
      Menabung menimbulkan rasa aman. Bila saatnya anda harus membayar segala tagihan, pertama-tama sisihkan dulu untuk tabungan.  Anda dapat menempuh berbagai cara menabung. Langsung memasukkan sekian persen dari pendapatan ke dalam tabungan atau simpan saja pengeluaran mingguan atau bulanan Anda ke dalam tabungan tradisional/celengan atau diinvestasikan dalam bentuk barang.
      Melonggarkan sedikit penghematan yang sedang Anda lakukan, boleh-boleh saja untuk menyenangkan keluarga, karena hidup ini memang perlu dinikmati. Tapi, jangan lupa untuk segera mengencangkan ikat pinggang kembali.
                                     
                       Diasadur dari Ummi, edisi 11/95
   

View Post
sahabat kecilku.
ingin rasanya menemanimu saat kau seorang diri menjalani hari hari terpurukmu. sekedar berbagi cerita tentang apa saja tanpa sekat hingga berkurang beban hidupmu. cukup aku sebagai pendengar setiamu saja agar berkurang seluruh gundah yang menyesakmu. lepaskan dan jalani saja perjalanan hidup ini dengan ikhlas, toh hidup ya  begini saja.nikmati seluruhnya dengan kelapangan jiwa.
Hanya Allah pemilik solusi, Pasrahkan saja seluruh permasalahan hidup ini, kewajiban kita hanyalah terus berusaha tanpa henti, dan meyakini dengan sungguh, bahwa takdir kita adalah yang terbaik.

jatuh bangun dalam kehidupan ini adalah sebuah irama, yang apabila kita resapi sungguh banyak makna.yang harus kita lakukan adalah terus menerus belajar dengan sekuat tenaga yang kita punya, belajar dengan siapapun dan dalam situasi apapun.
semoga Allah selalu menguatkanmu dalam menjalani drama kehidupanmu yang penuh liku.

TETAP SEMANGAT SAHABAT KECILKU, ENGKAU MANUSIA TANGGUH
View Post