Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

Manusia terlahir di dunia ini adalah sebaik-baik ciptaan. Apapun itu cantik,  jelek, hitam, putih, ganteng semuanya adalah yang terbaik. Kewajiban kita adalah menerima dan memelihara segala amanah yang diberikan oleh Allah dengan Ikhlas.

Ini tentang pengalaman saya sebagai orang tua yang diberi anugerah luar biasa yaitu diberi seorang anak istimewa. Begitulah saya menyebutnya, karena dia sangat istimewa di hati. Tetapi khalayak menyebut anak berkebutuhan khusus. Apapun sebutanya mereka adalah manusia-manusia luar biasa yg hadir diantara kita. Mereka (anak-anak hebat) ini punya hak yang sama seperti halnya anak  normal yang lainya. Tidak ada alasan apapun untuk kemudian membedakanya. Mereka punya hak untuk tumbuh dan berkembang sesuai kodratnya, baik fisik maupun psikisnya. Saya tidak memahami teori tentang bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak berkebutuhan khusus, tetapi hanya berdasarkan pengalaman sebagai orang tuanya.

Kendala terbesar pada tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus adalah, rasa percaya dirinya yang rendah. Hal ini disebabkan, karena mereka merasa berbeda dari teman-teman yang lainya. Untuk itulah perlu kiat atau cara. Bagaimanakah sih cara mengembangkan rasa percaya diri tersebut?

Satu, penerimaan yang tulus dari kedua orang tua dan keluarga terdekat.
Ini merupakan hal yang paling dibutuhkan atas kehadiran anak tersebut. Orang tua dan keluarga  harus menyadari bahwa ini adalah takdir yang harus diterima dengan ikhlas. Kehadiranya diterima dengan sepenuh hati seperti anak-anak yang lainya.

Rasa ini tidak serta merta hadir di dalam hati tetapi tetap harus diusahakan. Rasa kasihan, sedih, dan kecewa bahkan marah bercampur aduk jadi satu. Kasihan melihat anak ini nantinya akan menjadi bahan olokan teman-temanya. Sedih dan kecewa diberi beban hidup seperti ini. Marah karena merasa Allah tidak adil kepada anaknya, kenapa harus dirinya yang mengalami, kenapa bukan orang lain saja, dan sebagainya.

Bahkan orang tua menyalahkan dirinya sendiri. Seolah-olah merasa paling sengsara di dunia ini. Hal ini sangat wajar karena di dalam hatinya belum hadir rasa ikhlas. Untuk itulah orang tua harus terus berusaha agar bisa menerima kehadiran anak ini. Sehingga anak tidak merasa menjadi beban orang tuanya, yang pada akhirnya bisa membantu anak untuk lebih percaya diri.

Dua, memperlakukan anak berkebutuhan khusus dengan wajar.
Tidak usah berlebihan atau kelihatan terlalu mengkhawatirkan. Karena hal ini akan membuat anak menjadi manja, yang pada akhirnya tidak mandiri dan hilang rasa percaya dirinya.
Anak yang tidak percaya diri akan sulit bersosialisasi dan tidak bisa mengaktualisasikan dirinya dengan optimal. Maka sebagai orang tua tak perlu mencemaskan atau mengkhawitirkan secara berlebihan supaya rasa percaya dirinya kuat.

Tiga, sabar dalam mendidik.
Dalam hal sabar ini harus lebih extra. Selalu berdoa mohon dikuatkan dan dimudahkan dalam membimbing anak . Tentu saja, untuk mendampingi anak-anak ini memerlukan cara-cara yang khusus sesuai dengan kekhususan dan keistimewaanya.

Percayalah anak- anak istimewa lahir dari orang tua yang istimewa. Emak harus yakin bahwa setiap anak mempunyai kelebihan masing-masing. Insya allah bersama kesulitan selalu ada kemudahan.
Selamat berjuang Mak! Semoga Allah selalu menuntun Emak.

Endaryati
Ibu Rumah tangga.
View Post


Sebagai orang tua yang anaknya sudah menjelang dewasa, mungkin Emak juga sedang bingung menghadapi permasalahan seputar jodoh untuk sang buah hati. Akhir-akhir ini, anak saya sering mendapat pertanyaan dari teman-teman dan saudaranya. Mereka menanyakan mengapa dia belum punya pasangan, kapan mau menikah, dan sebagainya. Dia merasa risih dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Anak saya masih merasa nyaman dengan kesendirianya. Dia belum ingin memikirkan soal pernikahan. Apalagi, tugas-tugas kuliahnya sangat menyita waktu.

Alhamdulillah hubungan saya dengan anak seperti sahabat, sehingga permasalahan apapun yang dia hadapi selalu diceritakan. Nah, sebagai orang tua,  saya harus memberikan saran- saran supaya hal ini tidak sampai mengganggu perasaanya. Bagaimana sih cara supaya kita tetap bahagia walaupun masih sendiri?

Satu, yakini bahwa jodoh itu rahasia Allah.
Sebesar apapun Emak mengerahkan kekuatan, tidak ada yang bisa terjadi jika Allah belum berkehendak. Jodoh adalah termasuk rezeki yang ditakdirkan Allah. Teruslah sibuk memperbaiki diri. Jikalau Emak terus menerus lakukan itu, Insya Allah jodoh Emak  juga sedang melakukan hal yang sama.

Dua, teruslah belajar.
Jangan hiraukan omongan orang, "Buat apa pendidikan tinggi?  nanti laki-laki akan minder." Ingat, tujuan kita belajar adalah bukan untuk menang atau mengalahkan siapa, tetapi untuk menambah wawasan. Sehingga ketika tiba saatnya menjadi seorang ibu, semua akan terasa lebih siap. Selain bermanfaat untuk pengembangan diri, belajar juga sarana untuk bersosialisasi.

Tiga, menekuni hobi.
Kembangkan hobi yang dimiliki, siapa tau bisa menghasilkan secara ekonomis. Misalnya: menulis, memasak, mengajari anak-anak bhs Inggris, mengaji, dan sebagainya. Banyak orang sukses berawal dari menekuni hobi. Cari komunitas atau teman yang positif.
Dengan adanya komunitas, potensi diri akan lebih terasah dan berkembang. Semangat bertemu teman dalam satu komunitas ini akan membuat hidup lebih bermakna.

Empat, sadari bahwa hidup ini bukan hanya untuk menikah.
Banyak hal yang bisa dilakukan agar hidup ini lebih berarti, misalnya: aktif di kegiatan sosial seperti mengurus anak yatim, anak jalanan, menjadi relawan, dan sebagainya. Perbanyak sahabat sehingga ada teman berbagi. Jalin silaturahmi dan jangan menutup diri. Siapa tau ternyata jodoh kita teman sendiri atau tetangga dekat, hem betul tidak, Mak?

Lima, tetaplah berusaha dan berdoa.
Berusahalah dengan cara yang baik dan bermartabat. Misalnya melalui saudara, teman atau bahkan biro jodoh asal jalurnya yang benar. Teruslah berdoa karena hanya doalah yang bisa menghilangkan kesulitan. Yakinlah setiap orang pasti berjodoh. Jadi tak perlu risau jika kebetulan masih sendiri. Jika ada yang bertanya kapan menikah, jawab saja, “Doakan saya, ya!” Semakin banyak yang mendoakan mungkin akan lebih cepat terkabul. Ingat nasehat lama, "Aminkan setiap doa yang baik, karena kita tidak tahu dari mulut siapa doa itu dikabulkan.

Heemm ... bagaimana Emak? Selamat mencoba!
Marilah selalu berprasangka baik terhadap semua ketentuan Allah atas diri kita, agar hati menjadi tenang.




Endaryati
Ibu Rumah Tangga.
View Post

6 CARA MENGHEMAT UANG

1. Pilih Makanan Segar
      Beli kebutuhan (makan, minum, dan kebutuhan rumah tangga) sehari-hari di toko yang menawarkan harga bersaing. makan diluar dapat tetap anda lakukan untuk mengurangi kebosanan, asalkan dalam frekwensi yang tidak terlalu sering. beli pula makanan segar karena akan lebih murah dibanding makanan yang telah diawetkan.
     bila anda mau dan sempat, siapkan bekal  makan siang anda , suami, dan anak-anak setiap pagi. biayanya akan jauh lebih murah ketimbangmembeli dari kantin kantor atau sekolah.
Hidangkan pula kue-kue buatan sendiri (ketimbangmembeli kue kalengan) sebagai makanan selingan keluarga.
2. Teliti Membeli Pakaian
      Belilah pakaian bila anda, suami atau anak memang benar-benar membutuhkannya. Pilihlah jenis bahan yang mudah perawatanya sehingga tidak perlu dicuci secara khusus di binatu.  Sempatkan diri untuk membeli pakaian pada saat obral. Bila teliti biasanya bisa anda dapatkan yang baik. Membeli baju anak-anak  dengan ukuran lebih besar satu atau dua nomor dapat pula Anda lakukan. anak pasti akan membutuhkanya nanti.
3. Hemat Listrik
     Slogan hemat energi, hemat biaya, pasti sering Anda dengar . Akan lebih baik lagi bila Anda praktekkan. Matikan lampu bila ruangan tidak dipergunakan, kurangi pula penggunaan lampu yang tidak diperlukan.
4. Jadilah Anggota Perpustakaan
     Bila Anda dan suami gemar membaca, daftarkan diri Anda  menjadi anggota 2-3 perpustakaan. Dengan begitu Anda bisa menghemat biaya pengeluaran untuk membeli buku. Ajak pula anak-anak menjadi anggota perpustakaan, disamping menghemat pembelian buku, Andapun telah mengembangkan kebiasaan membaca pada anak.
5. Kuasai satu ketrampilan
     Memiliki suatu ketrampilan, apakah itu menjahit atau memotong rambut, akan bermanfaat dan dapat menghemat beberapa pos pengeluaran.
6. Menabunglah
      Menabung menimbulkan rasa aman. Bila saatnya anda harus membayar segala tagihan, pertama-tama sisihkan dulu untuk tabungan.  Anda dapat menempuh berbagai cara menabung. Langsung memasukkan sekian persen dari pendapatan ke dalam tabungan atau simpan saja pengeluaran mingguan atau bulanan Anda ke dalam tabungan tradisional/celengan atau diinvestasikan dalam bentuk barang.
      Melonggarkan sedikit penghematan yang sedang Anda lakukan, boleh-boleh saja untuk menyenangkan keluarga, karena hidup ini memang perlu dinikmati. Tapi, jangan lupa untuk segera mengencangkan ikat pinggang kembali.
                                     
                       Diasadur dari Ummi, edisi 11/95
   

View Post
UCAPAN ORANG TUA ADALAH DOA


Ungkapan ini sering kali kita dengar di dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak hal ini pernah kita lakukan, hanya kadang-kadang tidak  dipedulikan. Seperti yang saya alami sendiri, sebuah peristiwa yang dulu ketika mengucapkan tidak mengira hal ini akan terjadi di kemudian hari.
Sekitar tahun 2000  Alhamdulillah amanah yang ketiga kami lahir, putri kami  ini sangat istimewa, dibanding dengan kakak-kakaknya yang terdahulu. Sangat istimewa karena sejak lahir dia membawa kekhususan terutama masalah kesehatanya yang memerlukan perhatian lebih.

Beberapa RS besar di semarang  seperti: RS Kariadi, Roemani, elisabet, Telogo Rejo, sudah kami sambangi untuk melakukan pemeriksaan, karena kasus anak saya ini cukup komplek bawaan sejak lahir, maka harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, begitu kata dokter. Untuk mengetahui perkembanganya maka harus dilakukan terapi rutin 2 kali dalam satu minggu sampai minimal usia 4 tahun.

Program ini kami jalani dengan semangat ikhlas apapun kondisi yang kami harus hadapi, pantang menyerah demi kesehatan anak kami. Ditengah-tengah perjalanan terapi ini ketika anak kami berusia 2 th yaitu tahun 2002 harus dilakukan pemeriksaan BERA untuk mengetahui kondisi pendengaranya, karena anakku belum bisa berbicara sedikitpun. Untuk tindakan ini ternyata harus dibawa ke jakarta (RSCM) karena alat yang ada waktu Itu hanya di beberapa RS saja, kebetulan alat yang ada di semarang mengalami kerusakan 

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan selama 21 hari di RSCM, hasilnya: anak saya pendengaranya kurang lebih 75 desibel, sementara untuk ukuran orang normal hanya 30 desibel. Jadi anak saya perlu diberi atau memakai alat bantu pendengaran, namun dari segi intelegensi anak ini diatas rata-rata menurut hasil pemeriksaan psikiater dari RSCM.

Akhirnya pada hari ke 22 kami memutuskan untuk pulang dengan semangat yang baru. Namun sebelum pulang saya didatangi beberapa dokter ahli disana meminta ijin untuk diperbolehkan mendokumentasikan dan menjadikan kasus anak saya ini sebagai bahan observasi para dokter dan mahasiswa kedokteran UI. “Boleh ya ibu, kata salah seorang dokter. Saya mengangguk sambil berkata, “monggo silahkan dokter kalau itu  berguna untuk ilmu kedokteran, siapa tau anak saya nanti ada yang bisa jadi seperti dokter”.

Peristiwa ini sudah lama berlalu, hingga 9 th kemudian tepatnya tahun 2011  anak saya yang pertama (kakak dari anak istimewaku ini) lulus SMA, tidak tau kenapa anakku ini namanya AISYAH punya keinginan yang kuat masuk fakultas kedokteran. Aku kaget dan bingung, karena terus terang apakah saya mampu membiayai, Ya Allah mungkinkah ini? “Nduk tak mencoba fakultas lain , begitu saranku sebagai ibunya tanpa menunjukkan rasa kekhawatiranku. “Tidak buk, kalau jurusan lain walaupun diterima tidak akan saya masuki”, begitu jawabnya dengan penuh keyakinan. Saya sebagai ibunya hanya bisa mendukung dan mendoakan apapun keinginan dan cita-cita anakku.

Dan alhamdulillah atas ijin Allah  anak saya diterima tahun itu juga(2011) di jurusan kedokteran umum melalui jalur SMPTN, dan sekarang sdg menyelasaikan tahun terakhir KOAS semoga lancar, aamiin. Duh Gusti matur nuwun paring kawelasan dumateng kula lan anak kula (Ya Allah terima kasih atas kemurahan ini kepada kami). Benar-benar saya tidak menyangka ucapan saya 9 tahun yang lalu terkabul pada hari itu. Ya ALLAH inikah yang disebut bahwa ucapan kita adalah doa?
Saya jadi ingat pesan ibu  ketika menemani saat melahirkan anakku yang pertama “nduk kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu, harus lebih hati-hati dalam berbicara karena uacapan ibu untuk anaknya itu di aminkan oleh malaikat. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi diri saya sendiri untuk bisa menahan diri agar selalu berkata yang baik atau lebih baik diam.


Terima kasih emak selalu mengingatkanku     

View Post
UCAPAN ORANG TUA ADALAH DOA


Ungkapan ini sering kali kita dengar di dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak hal ini pernah kita lakukan, hanya kadang-kadang tidak  dipedulikan. Seperti yang saya alami sendiri, sebuah peristiwa yang dulu ketika mengucapkan tidak mengira hal ini akan terjadi di kemudian hari.
Sekitar tahun 2000  Alhamdulillah amanah yang ketiga kami lahir, putri kami  ini sangat istimewa, dibanding dengan kakak-kakaknya yang terdahulu. Sangat istimewa karena sejak lahir dia membawa kekhususan terutama masalah kesehatanya yang memerlukan perhatian lebih.

Beberapa RS besar di semarang  seperti: RS Kariadi, Roemani, elisabet, Telogo Rejo, sudah kami sambangi untuk melakukan pemeriksaan, karena kasus anak saya ini cukup komplek bawaan sejak lahir, maka harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, begitu kata dokter. Untuk mengetahui perkembanganya maka harus dilakukan terapi rutin 2 kali dalam satu minggu sampai minimal usia 4 tahun.

Program ini kami jalani dengan semangat ikhlas apapun kondisi yang kami harus hadapi, pantang menyerah demi kesehatan anak kami. Ditengah-tengah perjalanan terapi ini ketika anak kami berusia 2 th yaitu tahun 2002 harus dilakukan pemeriksaan BERA untuk mengetahui kondisi pendengaranya, karena anakku belum bisa berbicara sedikitpun. Untuk tindakan ini ternyata harus dibawa ke jakarta (RSCM) karena alat yang ada waktu Itu hanya di beberapa RS saja, kebetulan alat yang ada di semarang mengalami kerusakan 

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan selama 21 haridi RSCM, hasilnya: anak saya pendengaranya kurang lebih 75 desibel, sementara untuk ukuran orang normal hanya 30 desibel. Jadi anak saya perlu diberi atau memakai alat bantu pendengaran, namun dari segi intelegensi anak ini diatas rata-rata menurut hasil pemeriksaan psikiater dari RSCM.

Akhirnya pada hari ke 22 kami memutuskan untuk pulang dengan semangat yang baru. Namun sebelum pulang saya didatangi beberapa dokter ahli disana meminta ijin untuk diperbolehkan mendokumentasikan dan menjadikan kasus anak saya ini sebagai bahan observasi para dokter dan mahasiswa kedokteran UI. “Boleh ya ibu, kata salah seorang dokter. Saya mengangguk sambil berkata, “monggo silahkan dokter kalau itu  berguna untuk ilmu kedokteran, siapa tau anak saya nanti ada yang bisa jadi seperti dokter”.

Peristiwa ini sudah lama berlalu, hingga 9 th kemudian tepatnya tahun 2011  anak saya yang pertama (kakak dari anak istimewaku ini) lulus SMA, tidak tau kenapa anakku ini namanya AISYAH punya keinginan yang kuat masuk fakultas kedokteran. Aku kaget dan bingung, karena terus terang apakah saya mampu membiayai, Ya Allah mungkinkah ini? “Nduk tak mencoba fakultas lain , begitu saranku sebagai ibunya tanpa menunjukkan rasa kekhawatiranku. “Tidak buk, kalau jurusan lain walaupun diterima tidak akan saya masuki”, begitu jawabnya dengan penuh keyakinan. Saya sebagai ibunya hanya bisa mendukung dan mendoakan apapun keinginan dan cita-cita anakku.

Dan alhamdulillah atas ijin Allah  anak saya diterima tahun itu juga(2011) di jurusan kedokteran umum melalui jalur SMPTN, dan sekarang sdg menyelasaikan tahun terakhir KOAS semoga lancar, aamiin. Duh Gusti matur nuwun paring kawelasan dumateng kula lan anak kula (Ya Allah terima kasih atas kemurahan ini kepada kami). Benar-benar saya tidak menyangka ucapan saya 9 tahun yang lalu terkabul pada hari itu. Ya ALLAH inikah yang disebut bahwa ucapan kita adalah doa?
Saya jadi ingat pesan ibu  ketika menemani saat melahirkan anakku yang pertama “nduk kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu, harus lebih hati-hati dalam berbicara karena uacapan ibu untuk anaknya itu di aminkan oleh malaikat. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi diri saya sendiri untuk bisa menahan diri agar selalu berkata yang baik atau lebih baik diam.


Terima kasih emak selalu mengingatkanku     

View Post


BAGAI AYAM KEHILANGAN INDUKNYA



Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia mempunyai permasalahan yang dihadapi,tidak kenal usia siapapun itu. Manusia dewasa, orang tua, remaja bahkan anak-anak. Permasalahan muncul dikarenakan ada kesenjangan antara kenyataan dan kondisi ideal yang seharusnya.

Sebagai manusia dewasa kita harus bisa mencari solusinya agar permasalahan yang sedang kita hadapi ini dapat terselesaikan. Hal ini bisa dengan berbagai macam cara misalnya dengan bertanya kepada ahlinya, membaca, belajar, berdoa dsb. Seperti kasus-kasus yang sekarang ini marak terjadi di kalangan para remaja, yang notabene pada usia ini anak-anak sedang mencari dan menemukan jati dirinya. Kasus berikut ini mungkin salah satu contohnya:



Ada seorang gadis remaja kurang lebih berusia 15 tahun (klas 3 smp). Menginjak usia pra remaja ketika awal masuk sekolah SMP anak ini kelihatan ceria, banyak temanya dan lebih menonjol dari temanya dilihat dari segi fisiknya. Dia kelihatan lebih cantik dan memiliki tinggi badan yang ideal untuk anak-anak seumuran dia. Pada awalnya anak ini menjalani kegiatan di sekolah maupun dalam kehidupan keseharianya kelihatan tidak ada masalah. Masalah muncul ketika dia menyadari ternyata banyak teman-teman yang memperhatikan dan mulai berani menggoda, terutama teman-teman lelakinya. Kemudian mulailah dia berani bersolek, tebar pesona sana sini yang pada akhirnya menjadikanya belajar tidak fokus, sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan, berbohong dengan gurunya, dsb. Kondisi ini berpengaruh tehadap hasil belajar yang menurun.

Sebagai seorang yang menjadi bagian dari institusi pendidikan tersebut, saya mengambil inisiatip untuk mencari informasi yang lebih mendalam tentang kondisi anak ini. Mulailah saya mengumpulkan informasi melalui teman-teman dekatnya, para gurunya dan dari anak ini secara langsung. Ternyata anak ini sejak usia 4 tahun (TK) sudah ditinggal kedua orang tuanya merantau ke luar negeri, baru beberapa bulan ini ibunya pulang ke indonesia sedang ayahnya masih di luar negri. Jadi di usia tumbuh kembangnya anak ini hanya ditemani neneknya yang buta huruf dan nyaris tidak pernah bersama orang tuanya. Secara umum kita sudah bisa menebak kira-kira anak ini akan menjadi gadis seperti apa dengan kondisi seperti ini. Dia butuh sosok pelindung yang setiap saat bisa menjadi tempat keluh kesah, bercerita dan berbagi, sekalipun tidak bisa menggantikan fungsi kedua orang tuanya. Nampaknya dia sudah menemukan orang yang bisa sedikit menjadi tumpuan harapanya ini, hal ini terlihat sejak naik ke kelas 2 anak ini selalu diantar oleh seorang laki-laki. Pada awalnya saya mengira ini kakak kandung ataupun saudaranya, tanpa berprasangka buruk sedikitpun karena seperti kebanyakan teman teman sekolahnya juga diantar jemput oleh saudara maupun orang tuanya. Namun dalam pengamatan saya anak ini akhir-akhir ini mengalami perubahan yang sangat mencolok, dia menjadi gadis yang pemurung, prestasinya juga menurun dan suka sakit-sakitan.



 Dengan mencari informasi yang lebih intens saya mendapatkan data yang sungguh memilukan tentang keadaan anak ini, jauh diluar dugaan saya. Sungguh membuat hati ini miris, betapa kelamnya kehidupan anak-anak yang dalam tumbuh kembangnya tidak mendapatkan haknya sebagai anak, yaitu mendapatkan limpahan kasih sayang ayah bundanya, diperhatikan, dicintai, dipeluk, dicukupi kebutuhan materi dan psikisnya. Seperti layaknya sinetron kisah yg dialami anak ini, dia mendapatkan tekanan secara psikis justru dari orang yang awalnya dikira bisa menjadi pelindungnya, dia sering dipaksa memenuhi segala keinginan kekasihnya ini, dan apabila dia menolak maka sebuah ancaman yang harus dia hadapi. Pada akhirnya dia tidak bisa melepaskan diri dari jeratan kekasihnya ini dan dia selalu merasa ketakutan. Belum lagi ibunya yang diharapkan bisa menjadi tempat untuk bersandar , meluapkan keluh kesah yang dihadapi selama ini, justru menambah tekanan dan permasalahan dengan memaksakan kehendaknya. Setelah lulus SMP nanti dia tidak boleh meneruskan sekolah, harapan ibunya dia harus bekerja ikut buliknya ke luar jawa, padahal keinginan anak ini, ia ingin bisa melanjutkan sekolah seperti teman-temanya. Sungguh betapa beratnya beban anak ini, yang mestinya pada masa remaja ini dia bisa mengembangkan dirinya untuk mendapatkan pengalaman yang seluas-luasnya sebagai bekal masa depanya nanti.



Inilah salah satu contoh nyata gambaran permasalahan anak-anak jaman sekarang. Sebagai orang tua yang mempunyai tanggung jawab ini mari ambil kaca pembesar untuk bercermin. Sudahkah kita menjaga amanah yang dititipkan kepada kita? Sudahkah kita memenuhi hak-hak anak kita? Ini akan kita pertanggung jawabkan nanti dihari perhitungan. Waktu tak akan berulang mari dampingi anak-anak kita dalam tubuh kembangnya agar menjadi investasi  dunia akhirat diakhir perjalanan kehidupan ini. Mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi generasi yang kuat, pantang menyerah, peduli , mandiri, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, anak anak yang bisa mengantarkan kedua orang tuanya ke surga. Sudahkah kita mengajari anak-anak kita kalau suatu saat kita menghadap yang kuasa anak kita yg harus memandikan, mengkhafani, mensolati, mengubur di liang lahat dan tentu mendoakan setiap saat? Mari bapak ibu bersama-sama untuk berbenah diri. Tidak usah saling menyalahkan justru hal ini malah akan menjadi bumerang, muhassabah/ introsepeksi diri akan lebih mulia dan manfaat. Jangan sampai anak-anak kita seperti ayam yang kehilangan induknya.

Ya Allah, ampuni kami para orang tua yang tak memperdulikan amanah yang engkau titipkan, ampuni kami para guru yang belum bisa selalu mendampingi dan mengantarkan anak didik kami menjadi generasi sholih dan sholikhah.



Mengutip dari Aa Gim :”kemampuan orang tua dalam mendidik anak ada batasnya, sedangkan pintu pertolongan Allah tiada terbatas. Maka, iringi proses mendidik anak dengan banyak berdoa kepada-Nya





SELAMAT BERJUANG BAGI PARA ORANG TUA
View Post